Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Syarat Pengajuan KUR Super Mikro

Syarat Pengajuan KUR Super Mikro

zonakeuangan.com - KUR Super Mikro merupakan skema baru KUR yang diluncurkan Pemerintah melalui Bank BRI yang ditujukan khusus bagi para pekerja yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau ibu rumah tangga yang ingin atau sedang membuka usaha di masa pandemi Covid-19.

KUR Super Mikro memberikan suku bunga pinjaman sebesar 0% sampai dengan 31 Desember 2020 dan setelah itu sebesar 6% setelah 31 Desember 2020 dengan jumlah kredit maksimum sebesar Rp 10 juta.

KUR Super Mikro dapat diberikan untuk keperluan modal kerja dan atau investasi, dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Jangka waktu maksimal 3 (tiga) tahun untuk Kredit Modal Kerja (KMK)
  • Jangka waktu maksimal 5 (lima) tahun untuk Kredit Investasi (KI)
  • Grace period: 3 atau 6 bulan
KUR Super Mikro

Syarat Pengajuan KUR Super Mikro

Untuk dapat mengajukan pinjaman KUR Super MIkro, ada beberapa syarat pengajuan yang harus dipenuhi calon debitur, antara lain :
  • Memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan) Valid
  • Diutamakan untuk pekerja yang terkena PHK dan ibu rumah tangga
  • Tidak sedang menerima pembiayaan/kredit modal kerja dan/atau investasi dari perbankan
  • Belum pernah menerima KUR
  • Secara bersamaan dapat memiliki Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Kredit/Leasing Kendaraan Bermotor, Kredit dengan jaminan Surat Keputusan Pensiun, Kartu Kredit dan resi gudang dengan kolektibilitas lancar
  • Legalitas usaha dapat berupa Surat Keterangan Usaha dari RT/RW, dan menyebutkan jenis usaha dan lama usaha
Dalam pengajuan KUR Super Mikro, tidak ada pembatasan minimal waktu pendirian usaha namun jika pendirian usaha kurang dari 6 (enam) bulan, maka harus memenuhi salah satu persyaratan berikut ini :
  1. Mengikuti pendampingan
  2. Mengikuti pelatihan kewirausahaan atau pelatihan lainnya
  3. Tergabung dalam Kelompok Usaha
  4. Memiliki anggota keluarga yang mempunyai usaha yang produktif dan layak.

Dan bagi pegawai yang terkena PHK tidak diwajibkan memiliki usaha minimal tiga bulan dengan pelatihan tiga bulan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 8 Tahun 2019 tapi dapat kurang dari tiga bulan atau usaha baru dengan persyaratan sebagaimana sebelumnya.

Bagaimana mengikuti Pendampingan jika usaha belum berdiri kurang dari 6 bulan?

Dalam hal calon calon debitur KUR Super Mikro yang waktu pendirian usahanya kurang dari 6 (enam) bulan, salah satu syaratnya adalah mengikuti pendampingan.

Pendampingan dapat dilakukan oleh Mantri dengan melakukan assessment secara online untuk calon debitur melalui Indeks Kesiapan UMKM Naik Kelas melalui link : https://survey-umkm.bbri.io/

Adapun materi assessment adalah sebagai berikut :

  • Skala usaha
  • Kewirausahaan Pemilik (Kepimpinan, pola pikir)
  • Manajemen Usaha (Budaya Inovasi, Pemasaran, Operasional, Keuangan, SDM)
  • Manajemen Lingkungan Bisnis (Legalitas dan Kepatuhan, Kepedulian Sosial dan Lingkungan, Pemahaman Pasar dan Industri, dan Manajemen Rantai Pasok)

Sedangkan untuk dokumen yang harus disiapkan untuk pengajuan KUR Super Mikro BRI ini adalah sebagai berikut :
  • Kartu Tanda Penduduk
  • Kartu Keluarga
  • Surat Nikah atau Surat Kematian / Akte Cerai jika berstatus janda/duda
  • Surat Keterangan Usaha dari pihak yang berwenang
  • Pas photo suami dan istri terbaru
  • Dokumen agunan (BPKB & STNK, Sertifikat)

Tabel Angsuran KUR Super Mikro

Untuk melihat angsuran/cicilan KUR Super Mikro bisa dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel Angsuran KUR Super Mikro

Baca Juga : Syarat Mengajukan KUR Bank Jabar

Tertarik mengajukan KUR Super Mikro?

Silahkan kunjungi kantor cabang Bank BRI terdekat di daerah Anda untuk mendapatkan informasi lebih lengkap terkait produk ini.

Demikian informasi tentang bagaimana Syarat Pengajuan KUR Super Mikro tahun 2020, semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kalian yang membutuhkan. 

Posting Komentar untuk "Syarat Pengajuan KUR Super Mikro"