Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rekeningku vs Indodax, Manakah yang Cocok untuk Pemula?

Rekeningku vs Indodax

zonakeuangan.com - Pada artikel berikut ini, zonakeuangan.com akan mengulas beberapa perbandingan yang terdapat pada 2 (dua) aplikasi jual beli aset kripto legal dan resmi yang ada di Indonesia yaitu Rekeningku vs Indodax. Kedua aplikasi ini sudah memiliki ijin dan telah terdaftar serta diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (BAPPEBTI) dan KOMINFO.

Dengan adanya perbandingan seperti ini, diharapkan para calon investor ataupun trader kripto pemula bisa membandingkan dari berbagai aspek seperti jumlah aset kripto, biaya ataupun fee serta cara depositnya.
Baca Juga : Perbandingan Tokocrypto vs Indodax

Jumlah Aset Kripto

Jumlah aset kripto yang diperdagangkan pada aplikasi Rekeningku hanya 32 dengan pair hanya IDR, sedangkan pada Indodax terdapat 160 pair IDR dan 9 pair USDT.

Dari segi jumlah aset kripto yang perjualbelikan maka Indodax lebih unggul dikarenakan jumlah aset kripto lebih banyak dan beragam.

Fee Transaksi

Fee transaksi jual beli baik market limit atau market taker dikenakan fee sebesar 0.1% per transaksi. Sedangkan untuk Indodax, untuk market limit tidak dikenakan biaya alias gratis dan market taker dikenakan fee sebesar 0.3% per transaksi.

Cara Deposit Rupiah

Untuk deposit rupiah ke wallet Rekeningku terdapat 5 macam cara, yaitu via transfer bank, virtual account (VA), OVO, DANA dan LinkAja. Sedangkan untuk deposit rupiah ke wallet Indodax ada via transfer bank, virtual account (VA), ShopeePay, DANA, LinkAja, OVO, Alfamart dan Voucher.

Dari segi cara deposit rupiah ke wallet, Indodax lebih unggul karena selain bisa via bank dan uang elektronik, dapat juga mengisi wallet via minimarket (Alfamart) dan voucher.

Minimum Deposit Rupiah

Pada aplikasi Rekeningku untuk minimum deposit ke wallet adalah sebesar Rp 100.000,-. Sedangkan pada aplikasi Indodax, untuk minimum deposit adalah Rp 10.000,-.

Dengan minimal deposit yang sangat rendah hanya 10 ribu saja, Indodax lebih unggul dan sangat cocok bagi pemula yang ingin mulai belajar investasi ataupun trading di aset kripto tanpa harus deposit uang yang besar.

Minimum Transaksi Jual Beli

Pada pair IDR, Rekeningku memiliki batas minimal transaksi baik jual dan beli sebesar Rp 30.000,- per transaksi. Sedangkan untuk aplikasi Indodax batas minimal transaksi jual beli adalah sebesar Rp 10.000,- saja.

Dari segi batas minimal transaksi, aplikasi Indodax lebih unggul karena batas minimal transaksi yang rendah.

Fee dan Minimum Withdraw Rupiah

Rekeningku membebankan fee withdraw rupiah sebesar Rp 6.500,- per transaksi dengan minimum penarikan sebesar Rp 30.000,-. Sedangkan untuk Indodax fee penarikan adalah sebesar Rp 25.000,- untuk penarikan dibawah 100 juta dan fee sebesar Rp 100.000,- untuk penarikan diatas 100 juta  dengan minimum penarikan sebesar Rp 100.000,-.

Dari segi fee dan minimum withdraw/penarikan rupiah ke rekening, aplikasi Rekeningku lebih unggul karena dari fee dan minimal penarikan lebih rendah.
Demikian informasi terkait perbandingan antara Indodax vs Rekeningku, tentunya setiap exchange ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga Anda bisa mengambil kesimpulan akhir sendiri mana yang terbaik dari kedua exchange crypto ini setelah melihat perbandingan yang telah diulas pada artikel ini.

Posting Komentar untuk "Rekeningku vs Indodax, Manakah yang Cocok untuk Pemula?"