Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pintu vs Indodax, Mana Yang Terbaik?

Pintu vs Indodax

zonakeuangan.com
- Pada artikel sebelumnya, zonakeuangan.com sudah membahas perbandingan antara Indodax vs Tokocrypto dan Indodax vs Rekeningku, manakah aplikasi jual beli kripto yang cocok bagi pemula. Dan pada artikel ini akan membahas kelebihan dan kekurangan dari aplikasi Pintu vs Indodax.

Dengan mengetahui beberapa fitur serta kelebihan dan kekurangan dari kedua aplikasi jual beli kripto ini, diharapkan Anda bisa mendapatkan referensi awal untuk memilih manakah aplikasi yang cocok dengan pemula yang mau mulai berinvestasi di aset kripto.

Legalitas Perusahaan

Dalam hal legalitas, baik Pintu dan Indodax sudah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) dan Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) sehingga kedua aplikasi ini sudah legal beroperasi di Indonesia.

Jumlah Aset Kripto

Saat artikel ini dibuat, aset kripto yang bisa di beli dan jual pada aplikasi Pintu sekitar 36 jenis aset saja sedangkan di Indodax ada lebih dari 130 jenis aset kripto.

Walaupun jumlah aset kripto yang diperdagangkan di aplikasi Pintu namun untuk aset-aset kripto yang populer di dunia seperti BTC, BNB, ETH, SAND, MANA, MATIC, AXS, ADA, XRP, SOL dan DOGE bisa dibeli pada aplikasi Pintu. 

Namun apabila Anda ingin membeli koin micin seperti Shiba Inu (SHIBA) bisa menggunakan Indodax.

Fitur Aplikasi

Untuk segi fitur aplikasi, Indodax hanya menawarkan beli dan jual aset kripto baik dalam pair IDR ataupun USDT.

Sedangkan fitur yang ditawarkan Pintu selain bisa jual beli aset kripto, mereka juga menawarkan fitur "Earn". Fitur ini menawarkan apabila Anda menyimpan aset di menu Earn maka akan mendapatkan bunga yang dibayar tiap bulan, aset dijamin aman serta saldo dapat ditarik kapan saja.

Aset yang dapat disimpan pada fitur Pintu Earn adalah Bitcoin, Ethereum, Binance Coin dan Dogecoin.

Minimum Deposit

Deposit/top-up saldo Rupiah ke wallet Pintu tidak ada batas minimum. Sedangkan untuk Indodax batas minimum deposit Rupiah adalah sebesar Rp 10.000

Cara Deposit Saldo Rupiah

Untuk pilihan deposit saldo ke wallet Pintu cukup terbatas hanya tersedia BNI, Bank Mandiri, Permata, dan transfer antar bank yang mana akan dikenakan biaya.

Sedangkan untuk pilihan top up saldo ke Indodax cukup beragam, bisa melalui Virtual Account (BCA, BNI, Mandiri, Sinarmas, Permata, Maybank), Dompet Digital (Shopeepay, Dana, LinkAja, OVO), Minimarket (Alfamart) dan Voucher.

Minimum Transaksi Jual Beli

Untuk minimum transaksi jual beli pada aplikasi Pintu adalah sebesar Rp 11.000, sedangkan untuk Indodax sebesar Rp 10.000 per transaksi.

Fee Transaksi Jual Beli

Untuk fee transaksi jual beli aset kripto pada aplikasi Pintu tidak dikenakan biaya alias gratis, namun Anda tidak dapat menentukan harga beli/jual crypto sendiri.

Sedangkan untuk aplikasi Indodax, fee transaksi jual beli untuk market limit adalah gratis sedangkan untuk market taker sebesar 0,3% dari total transaksi.

Market limit merupakan pesanan yang akan diproses ketika mencapai harga tertentu yang sesuai dengan keinginan Anda. Sedangkan market taker adalah perintah untuk membeli atau menjual aset kripto dengan harga yang saat ini sudah tersedih di pasar.

Fee Withdraw ke Rekening

Untuk aplikasi Pintu, fee withdraw ke rekening adalah sebesar Rp 4.500 per transaksi. Sedangkan untuk Indodax fee withdraw ke rekening sebesar Rp 25.000 per transaksi.

Kesimpulan

Dari kedua aplikasi ini, baik Pintu dan Indodax memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun jika pendapat zonakeuangan.com tentunya Pintu harus mengakui bahwa aplikasi Indodax salah satu aplikasi crypto terbaik di Indonesia dikarenakan jumlah aset crypto lebih banyak, pilihan cara deposit rupiah lebih beragam, dapat memilih harga jual dan beli sesuai keinginan Anda serta merupakan platform crypto pertama yang ada di Indonesia.

Silahkan buka akun Indodax melalui tautan berikut : DAFTAR GRATIS

Posting Komentar untuk "Pintu vs Indodax, Mana Yang Terbaik?"